back to top

Minggu, 10 Februari 2013

Belajar Menulis Inovatif

Posted by ahmad roy On 17.33 | No comments
Aksis,
       Materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas X  kompetensi dasar Menulis Hasil Observasi dalam Bentuk  Paragraf Deskriptif merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang harus dapat diinovasikan dalam dunia nyata. Karena, aspek menulis pada pelajaran bahasa Indonesia dewasa ini peserta didik kurang semangat untuk menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan, kalau mereka dapat menulis pasti tulisan tersebut kurang runtut dan sistematis. Berpijak dari uraian di atas, sepantasnya inovasi pembelajaran perlu dilakukan oleh guru, agar peserta didik dalam belajar menulis bersemangat tinggi dalam pembelajaran dan dapat dilakukan di luar kelas atau dilingkungan sekolah.
       Pada buku “Model Pembelajaran Inovatif” Fuad Abdul Hameid menguraikan, pembelajaran yang inovatif diharapkan mampu membuat siswa mempunyai kapasitas berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah. Siswa yang seperti ini mampu menggunakan penalaran yang jernih dalam proses memahami sesuatu dan piawai dalam mengambil pilihan serta membuat keputusan. Hal itu dimungkinkan karena pemahaman interkoneksi di antara sistem atau subsistem terkait dengan persoalan yang dihadapinya. Juga terlihat kemampuan mengidentifikasi dan menemukan pertanyaan tepat yang dapat mengarah kepada pemecahan masalah secara lebih baik. Informasi yang diperolehnya akan dikerangkakan, dianalisis dan disintesiskan sehingga akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik. Pembelajaran yang inovatif juga tercermin dari hasil yang diperlihatkan siswa yang komunikatif dan kolaboratif dalam mengartikulasikan pikiran dan gagasan secara jelas dan efektif melalui tuturan/lisan dan tulisan. Siswa dengan karakteristik semacam ini dapat menunjukkan kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam tim yang beraneka, untuk memainkan fleksibilitas dan kemauan berkompromi dalam mencapai tujuan bersama.
       Pembuatan pupuk organik di lingkungan MAN Rengel merupakan salah satu bentuk kegiatan yang telah diprogramkan oleh MAN Rengel untuk menuju madrasah Adiwiyata. Kegiatan pembuatan pupuk organik inilah yang menjadi obyek peserta didik dalam pengamatan untuk menulis deskriptif. Dengan pembelajaran di luar kelas tentunya akan menambah pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menulis deskripsi.
       Adapun langkah yang dilakukan dalam pembelajaran ini sebagai berikut:
a.    Secara perorangan, sambil mengikuti pembuatan pupuk organik, peserta didik diminta mengamati dan mencatat kejadian-kejadian penting selama pembuatan pupuk organik tersebut.
b.    Peserta didik mendeskripsikan secara rinci peristiwa yang terjadi dalam bentuk kerangka karangan.
c.    Selanjutnya, peserta didik mendiskusikan hasil deskripsi yang berupa kerangka karangan dalam kelompok yang terdiri atas 4 orang.
d.   Peserta didik membuat paragraf deskripsi yang baik untuk dilaporkan di kelas.

       Dari langkah-langkah tersebut peserta didik diharapkan dapat melaporkan secara tertulis pembuatan pupuk organik yang diamati. Agar dapat melaporkan secara tertulis peristiwa yang diamati, peserta didik melaksanakan kegiatan berdasarkan panduan berikut.
a.    Peserta didik bergabung dengan anggota kelompoknya.
b.    Peserta didik mendiskusikan membuat kerangka karangan tentang jalannya pembuatan pupuk organik yang telah diamati tersebut.
c.    Peserta didik membangkan kerangka karangan menjadi paragraf dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
d.   Setelah penyusunan paragraf selesai, peserta didik melaporkan hasil kerja kelompoknya secara lisan di depan kelas. Dan peserta didik mentukan siapa di antara anggota kelompoknya yang akan melaporkan hasil kerja kelompok.
Hasil kerja kelompok yang sudah dilaporkan dan ditanggapi oleh kelompok lain dapat dipajang di tempat yang disediakan.
                                                                                 Yor

0 komentar:

Posting Komentar