back to top

Senin, 21 Oktober 2013

Berpulang ke Rahmatullah

Posted by ahmad roy On 01.13 | No comments


Aksis - Ibu kita tercinta Wiwik Cutiani (38) pengampu mata pelajaran Biologi kelas XII dan Matematika kelas X, 20 Oktober 2013 telah mendahului kita menghadap Allah SWT. Beliau merupakan salah satu guru yang patut kita teladani dalam bersikap, bertindak, dan berbuat pada warga MAN Rengel. Bu Wiwik panggilan sehari-hari dan putra bungsunya berpulang ke Rahmatullah  pada musibah tenggelam di Sungai Catur Desa Prambon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat bu Wiwik bersama dua anaknya Wawas (9) dan Farhat Rizki Teriosani (4) mau mandi.

"Mereka bermaksud mandi di Sungai Catur karena hendak menghadiri hajatan salah satu kerabat dekat dari suaminya (Nuroini). Sekitar jam setengah 3 sore, Wawas anak pertama naik ke atas tepian sungai sambil berteriak-teriak minta tolong. bahwa ibu dan adiknya tenggelam. Semua warga kemudian berlarian ke sungai untuk memberikan pertolongan," kata Suwaji (54) kepada Aksis Minggu malam (20/10/2013) saat takziyah.

Keluarga korban dan warga segera mencari di lokasi tenggelamnya istri dan anak kedua Nuroini tersebut.

"Lokasi tenggelamnya berada di palung (bekas galian pasir) sedalam 2 meter. Sebenarnya saat ini air sungai kondisinya surut karena kemarau. Tapi Allah SWT telah menggariskan bahwa beliau harus menghadap kepada Nya,” tambah Suwaji keluarga dekat korban.

Menurut polisi peristiwa tewasnya ibu dan anak tersebut murni karena kecelakaan. "Kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Dagangan, namun dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Dagangan AKP Suprapto. Awalnya, kata dia, ketiganya bermaksud mandi. Saat ibunya sedang mandi, Farhat terjebur di palung sungai. Melihat kondisi tersebut, insting seorang ibu langsung masuk sungai untuk memberikan pertolongan tetapi justru ikut tenggelam. Wawas, anak pertama segera meminta pertolongan pada keluarga. Warga berhasil menemukan keduanya dan membawa ke Puskesmas Dagangan tambah AKP Suprapto.

Sementara itu setelah diperiksa tim identifikasi Polres Madiun, jenazah adalah Guru MAN Rengel-Tuban dan anak keduanya kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.







Kematianku

Andriy Konomunenii
Kekasih ....
Suatu ketika aku akan wafat
Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat
Dan akan segera ku akhiri cerita
Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu ...
Bila tiba saat ku pergi ...
Jangan ada derai air mata kedukaan
Karna ratapmu akan patahkan sayapku ..
Kepergiaanku menempuh puncak impian
Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini
Hapuslah air matamu ..
Meski terus kau percikan duka atas kepergianku,
Aku tak akan pernah kembali
Dan sungguh tak ingin kembali ..
Biarlah jiwaku tenang berlalu ...
Dalam dekapan hangat sayap malaikat
Merengguk anggur kebebasan semu
Diantara setumpuk timbangan perbuatanku ..
Aku berharap ....
Jasad matiku kau balut dengan senyum
Benamkan kebalik tanah penuh ketulusan
Iringi kepergianku dengan doa
Mungkin itu akan meringankan bebanku ..
Biarlah pusara ini menjadi saksi ....
Bahwa aku pernah mengembara, melintasi lembah mimpi
Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi
Yang kini tinggal belulang, membujur kaku ditengah sepi ..
Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian ..
Mungkin dalam penantian ini
Masih ada celah tuk wujudkan dahaga rindu ditelaga Nya ....
 

0 komentar:

Posting Komentar